Opini & Cerita

Silaturahmi Dipersoalkan, Kita Sedang Sakit sebagai Bangsa?

A
Admin
26 Mar 2026
Silaturahmi Dipersoalkan, Kita Sedang Sakit sebagai Bangsa?

PociNews | Tarub : Momentum Idul Fitri seharusnya menjadi ruang paling jernih dalam kehidupan sosial dan kebangsaan kita. Sebuah titik jeda dari hiruk-pikuk perbedaan, sekaligus kesempatan untuk kembali merajut hubungan yang mungkin sempat renggang.

Dewasa ini yang terjadi malah sebaliknya, moment yang justru baik untuk membangun kembali kebersamaan, mengeyampingkan perbedaan malah dibuat semakin melebar dan semakin memperburuk keadaan,

Hal yan menarik dan ramai di bahas justru kehadiran Anies Baswedan dalam open house yang digelar Partai Demokrat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono yang memantik kegaduhan tafsir. Publik terutama di ruang digital seolah berlomba-lomba mencari makna tersembunyi di balik sebuah kunjungan Lebaran.

Pertanyaannya sederhana. sejak kapan silaturahmi menjadi sesuatu yang mencurigakan? Sejak kapan acara open house harus meributkan diundang atau tidak.

Open house adalah tradisi terbuka. Ia bukan forum eksklusif, bukan pula ruang negosiasi politik. Siapa pun bisa datang, siapa pun berhak disambut. Dalam konteks ini, kehadiran Anies bukanlah anomali, melainkan bagian dari nilai sosial yang sudah lama hidup dalam budaya kita.

Namun tampaknya, kita sedang mengalami pergeseran cara pandang. Politik telah merasuk terlalu dalam, hingga ruang-ruang personal pun ikut terseret. Akibatnya momen sehangat Lebaran pun tak luput dari prasangka. Kita menjadi bangsa yang terlalu cepat menilai, namun lambat memahami.

Padahal, jika setiap pertemuan elite selalu dicurigai sebagai manuver, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan tetapi juga kemanusiaan dalam relasi sosial. Kita kehilangan kemampuan untuk melihat bahwa di balik jabatan dan posisi politik, ada manusia yang tetap membutuhkan interaksi, komunikasi, dan rekonsiliasi.

Pihak Partai Demokrat sendiri telah menegaskan bahwa acara tersebut murni silaturahmi. Tidak ada agenda tersembunyi, tidak ada pembicaraan strategis yang mengarah pada koalisi. Namun di era over-interpretasi seperti sekarang, klarifikasi sering kali kalah cepat dibanding asumsi.

Di sinilah kita perlu bercermin. Apakah kita masih mampu membedakan antara peristiwa sosial dan manuver politik? Ataukah kita sudah terlanjur melihat segala sesuatu melalui kacamata kecurigaan?

Lebaran seharusnya mengajarkan kita untuk kembali pada fitrah, membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan mengedepankan prasangka baik. Jika momen ini pun gagal kita jaga, maka bukan tidak mungkin, kita sedang kehilangan salah satu fondasi penting dalam kehidupan berbangsa.

Kehadiran Anies di open house Demokrat bukanlah persoalan besar. Yang justru patut dipertanyakan adalah cara kita memaknainya. Karena jika silaturahmi saja kita perdebatkan, mungkin benar yang sedang bermasalah bukan peristiwanya, tetapi cara kita melihatnya.

Bagikan:
Advertisement Hidup Sehat bersama El-Zhaqqir
Visit Site